5 Penyebab Utama Anak Menjadi Malas Belajar

membuat-anak-suka-belajarAnak adalah sebuah anugerah terindah dan terbesar bagi setiap pasangan suami istri, anak adalah pemberian Tuhan yang harus kita syukuri, harus kita rawat dan harus kita berikan pendidikan yang baik kepada mereka. Anak-anak memang masih dalam usia yang lebih senang bermain, lebih senang bercanda, lebih senang untuk berkumpul dengan tema-temannya. Itulah memang anak-anak, yang saya maksud anak-anak disini adalah dalam usia dibawah 18 tahun. Banyak orang tua sering menyuruh anak-anak mereka untuk belajar dan belajar. Benar kan? mungkin juga termasuk anda, belajar memang baik dan perlu dilakukan kepada semua anak-anak yang masih dalam usia sekolah. Tetapi banyak juga anak-anak yang memilih untuk senang bermain saja, dan orang tua menganggapnya malas belajar.Sebagai pakar pikiran, saya sering bertemu dengan klien orang tua yang mengeluhkan tentang masalah anak-anak yang dianggap malas belajar. Seperti waktu saya seminggu kemarin di malaysia, ada seorang cikgu (guru) yang ikut kelas Alpha Mind Control (AMC). Dia bercerita bahwa banyak anak muridnya yang tidak suka belajar, sehingga nilainya jelek.

Untuk mengatasi sebuah masalah dalam diri seseorang, maka kita harus tahu dulu apa penyebab dari masalah itu. Dengan mengetahui penyebabnya maka bisa kita tentukan langkah-langkah yang bisa diambil untuk mengatasi masalah itu. Sama halnya saat saat saya menangangi masalah di dunia telekomunikasi, dalamm sebuah jaringan telekomunikasi, kalau ada trouble maka hrus dicari dulu penyebab troublenya agar tetap penanganannya.

cara-membuat-anak-suka-belajar

Malas belajar pada anak bisa disebabkan oleh berbagai hal, dan saya coba merangkum lima penyebab utama anak menjadi malas belajar. Lima penyebab ini yang sering saya temui dalam proses terapi konseling saya kepada klien-klien yang anaknya dianggap malas belajar. Apa saja lima penyebab malas belajar pada anak itu?

Pertama, Melihat Orang Tua. Banyak orang tua tidak mau menyadari bahwa dirinya adalah figur utama yang dijadikan panutan oleh anak-anak mereka, karena contoh yang selalu dilihat lebih sering oleh seorang anak adalah orangtuanya yang tinggal satu rumah. Ketika bangun tidur yang dilihat adalah orang tuanya,pulang sekolah juga dilihat orang tuanya. Jadi kalau seorang anak melihat orang tuanya tidak suka membaca maka anak pasti menirunya, tetapi kalau anak melihat orang tuanya suka membaca maka saja jamin anak pun pasti gemar belajar dan membaca.

Kedua, Nasehat yang Sesat. Orang tua terkadang memberikan nasehat yang tidak dipikir dulu, mereka hanya menirukan nasehat-nasehat yang sudah didengarnya turun temurun. Banyak orang tua tidak mau belajar bahwa kata-kata nasehat itu sebenarnya adalah sebuah sugesti yang memprogram pikiran ke anak-anak. Contoh nasehat yang sesat, “nak kamu harus belajar keras ya supaya dapat naik kelas”, “nak memang sekarang kamu harus  bersusahpayah belajar dulu”. Nasehat-nasehat itu memiliki persepsi yang memberatkan bagi anak-anak, sehingga membuat anak-anak menjadi takut melaksanakannya. Kenapa tidak menggunakan nasehat “belajar yang santai saja nak, pahami saja sambil nonton tv, belajar dan berdoa ya”

Ketiga, Dipaksa tanpa Diberi Hadiah. Di usia anak-anak, memang semua masih menyenangkan dan penuh dengan canda, penuh dengan kemudahan, seharusnya dunia ini tetap dipelihara sampai dewasa. Banyak pihak hanya memaksa kepada anak, sehingga anak-anak merasa bahwa yang namanya belajar itu adalah sebuah paksaan, dan ini ditolak oleh pikiran anak-anak. Kenapa harus dipaksa, cobalah memberikan hadiah-hadiah kecil ketika anak anda mau belajar.

Keempat, Cara belajar Membosankan. Mengajak anak untuk mau belajar sebenarnya membutuhkan jurus jitu yaitu masuklah ke dalam dunia anak itu, belajar tidak harus duduk diam didepan meja, atau dikelas. Tetapi bisa juga diluar, bisa juga dimall, bisa juga di masjid, dimanapun bisa belajar . Sebagai orang tua kita harus bisa lebih kreatif dalam mengenalkan cara belajar yang menyenangkan. Kalau caranya membosankan maka anak akan menjadi cepat malas. Buatlah belajar itu menjadi menyenangkan.

Kelima, Orang Tua tidak Mau Menemani. Penyebab yang kelima ini sering terjadi, banyak orang tua yang tidak mau menemani anak-anaknya untuk belajar, bahkan ketika anaknya bertanya tentang pelajaran, langsung menjawab tidak tahu. Situasi ini akan terekam ke memori pikiran bawah sadar anak, bahwa orang tuanya saja tidak tahu tentang pelajaran dan tetap bisa hidup. Banyak orang tua yang seolah lepas tanggung jawab tentang tugas mengajari anak, banyak orang tua menganggap tugas mengajari anak adalah tugas guru di sekolah, ketika anaknya malas langsung gurunya yang dianggap tidak mampu. Sadarlah, anak itu anak siapa? hehe.

meningkatkan-semangat-belajar-anak

Untuk membuat anak anda berubah menjadi mencintai belajar, maka cobalah mengubah dulu sikap-sikap kita kepada mereka. Kalau anda malas belajar, lalu apakah anda berhak memaksa anak anda belajar?

Tentang firmanpratama

Praktisi dalam hal pikiran bawah sadar, dan penemu metode Alpha Mind Control sekaligus Alpha Telepati. Dalam hal melakukan transformasi diri kepada klien, dilakukan dalam suasana santai dan penuh canda sehingga proses terapi tanpa disadari oleh klien.
Pos ini dipublikasikan di terapi anak dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s